RAHASIA PANJANG UMUR
Sebagai manusia, aku ingin
selalu berbagi suka duka dengan sesama. Namun dengan siapa? Anak jauh, cucu jauh,
saudara jauh. Yang ada hanya hamparan sepi dan sunyi. Terlebih bila malam menjelang. Rumahku yang
tanpa lampu penerang
listrik, semakin lengkap mencengkeram kesepianku. Hanya radio kecil yang terletak di
atas bufet tua yang kadang menjadi hiburanku. Sayang sekali, suara radio itu tidak jelas terdengar sebab aku tidak mampu membelikan baterai baru. Untuk membaca Alkitab, mataku juga tidak dapat kompromi dengan penerang lampu
minyak yang kelap-kelip. Dalam kesendirianku yang seperti inilah, acapkali ucapan
doaku bercampur linangan air mata. Aku hanya bisa menangis di hadapan Tuhan
Yesus.
Terlepas dari
kesedihan itu, aku bersyukur kepada Tuhan Yesus yang telah menganugerahkan berkat kesehatan yang prima kepadaku. Selama ini aku jarang
sakit, bahkan terhitung tidak pernah sakit. Aku membayangkan, bagaimana bila
aku sampai jatuh sakit. Siapakah yang akan merawatku? Sementara, anak serta saudaraku
jauh. Tetapi
pikiran semacam itu segara terhapus tatkala aku sangat yakin akan pertolongan Tuhan yang tepat pada waktunya. Aku
tidak akan jatuh terkulai. Tangan Tuhan pasti menopangku sebelum aku
benar-benar jatuh.
Dalam setiap kegiatan gereja, aku aktif
mengikutinya.
Ibadah:
minggu, komsel,
lansia, doa malam aku tak pernah
absen. Rumahku
yang berjarak 500 meter dari gereja, cukup kutempuh dengan berjalan kaki bersama jemaat
segereja yang lewat di depan rumahku. Bahkan, dalam KKR yang didatangi Ibu Elisabeth dari Australia
beberapa hari yang
lalu, aku didaulat untuk menari ke depan mimbar bersama yang lain. Komentar
orang-orang yang merubungku: “Luar biasa Mbah Lastri. Umur segini masih kuat menari
buat Tuhan...!” Banyak berkat yang kudapatkan lewat KKR kemarin.
Untuk menjaga kesehatan supaya tidak gampang sakit, aku banyak minum air putih, makan sayur mayur serta rutin
minum jamu empon-empon buatanku
sendiri. Aku
tidak suka makan daging dan telur, meskipun aku tukang masak. Seringkali
orang-orang bertanya tentang rahasia panjang umur kepadaku. Kujawab saja:
“Resepnya, rajinlah doa puasa, serahkanlah semua masalahmu kepada Tuhan Yesus, dan jagalah baik-baik pola makanmu.” Kegiatan keseharianku sekarang selain melayani pesanan masakan
(sekuatku saja), yaitu : memelihara ayam, menyapu di sekitar rumah sambil mencabuti
rumput, mencari
kayu bakar kecil-kecil di pekarangan rumah untuk memasak dan merebus air. Kalau sudah keluar
keringat, lega rasanya. Segar badan ini. Di kala seperti inilah aku senantiasa berucap syukur kepada Tuhan. Kepada Tuhan Yesusku yang
selalu besertaku.......menemaniku....... menguatkanku.....MENOPANGKU dalam
kesendirian di hari-hari tuaku...... Haleluyah. Amien. (Tim CMM/Mws – Tamat)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar