Selasa, 05 Juni 2012

tuhan yesus menopangku (3)


RAHASIA PANJANG UMUR

Sebagai manusia, aku ingin selalu berbagi suka duka dengan sesama. Namun dengan siapa? Anak jauh, cucu jauh, saudara jauh. Yang ada hanya hamparan sepi dan sunyi. Terlebih bila malam menjelang. Rumahku yang tanpa lampu penerang listrik, semakin lengkap mencengkeram kesepianku. Hanya radio kecil yang terletak di atas bufet tua yang kadang menjadi hiburanku. Sayang sekali,  suara radio itu tidak jelas terdengar sebab aku tidak mampu membelikan baterai baru. Untuk membaca Alkitab, mataku juga tidak dapat kompromi dengan penerang lampu minyak yang kelap-kelip. Dalam kesendirianku yang seperti inilah, acapkali ucapan doaku bercampur linangan air mata. Aku hanya bisa menangis di hadapan Tuhan Yesus.

Terlepas dari kesedihan itu, aku bersyukur kepada Tuhan Yesus yang telah menganugerahkan berkat kesehatan yang prima kepadaku. Selama ini aku jarang sakit, bahkan terhitung tidak pernah sakit. Aku membayangkan, bagaimana bila aku sampai jatuh sakit. Siapakah yang akan merawatku? Sementara, anak serta saudaraku jauh. Tetapi pikiran semacam itu segara terhapus tatkala aku sangat yakin akan pertolongan Tuhan yang tepat pada waktunya. Aku tidak akan jatuh terkulai. Tangan Tuhan pasti menopangku sebelum aku benar-benar jatuh.

Dalam setiap kegiatan gereja, aku aktif mengikutinya. Ibadah: minggu, komsel, lansia, doa malam aku tak pernah absen. Rumahku yang berjarak 500 meter dari gereja, cukup kutempuh dengan berjalan kaki bersama jemaat segereja yang lewat di depan rumahku. Bahkan, dalam KKR yang didatangi Ibu Elisabeth dari Australia beberapa hari yang lalu, aku didaulat untuk menari ke depan mimbar bersama yang lain. Komentar orang-orang yang merubungku: “Luar biasa Mbah Lastri. Umur segini masih kuat menari buat Tuhan...!” Banyak berkat yang kudapatkan lewat KKR kemarin.

Untuk menjaga kesehatan supaya tidak gampang sakit, aku banyak minum air putih, makan sayur mayur serta rutin minum jamu empon-empon buatanku sendiri. Aku tidak suka makan daging dan telur, meskipun aku tukang masak. Seringkali orang-orang bertanya tentang rahasia panjang umur kepadaku. Kujawab saja: “Resepnya, rajinlah doa puasa, serahkanlah semua masalahmu kepada Tuhan Yesus,  dan jagalah baik-baik pola makanmu.” Kegiatan keseharianku sekarang  selain melayani pesanan masakan (sekuatku saja),  yaitu : memelihara ayam,  menyapu di sekitar rumah sambil mencabuti rumput, mencari kayu bakar kecil-kecil di pekarangan rumah untuk memasak dan merebus air. Kalau sudah keluar keringat, lega rasanya. Segar badan ini. Di kala seperti inilah aku senantiasa berucap syukur  kepada Tuhan. Kepada Tuhan Yesusku yang selalu besertaku.......menemaniku....... menguatkanku.....MENOPANGKU dalam kesendirian di hari-hari tuaku...... Haleluyah. Amien. (Tim CMM/Mws – Tamat)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar