Senin, 04 Juni 2012

dahsyatnya ekspresi pujian penyembahan


Bagi jemaat GBI Pasirian tentu sudah banyak yang kenal dengan tamu kita ini. Orangnya tinggi besar. Senyum ramah  selalu bersinar di wajahnya. Satu lagi ciri khas dari Bapak berputra dua ini, saat memuji Tuhan gerakan dan ekspresinya, wow... sangat luar biasa. Melompat, menari, menghentakkan tangan dan kaki, merupakan ekspresi yang senantiasa mengiringinya dalam memuji Tuhan di gereja. Setiap pujian diikuti dan dihayati betul-betul. Siapa lagi kalau bukan Bpk. Batin Lahirno (47), akrab disapa dengan  nama Pak Batin.

Mengawali wawancaranya dengan Tim CMM, pria asli Pasirian ini mengaku bahwa sejak kecil dia sudah menjadi warga gereja GBI. Ada banyak mujizat yang dirasakannya selama mengiring Tuhan Yesus. Salah satunya adalah saat dia disembuhkan Tuhan dari penyakit paru-paru kronis. “Waktu itu hampir saja saya mati. Tapi Tuhan melawat saya lewat kedatangan Ibu Gembala, Ibu Pdt. Fifie Layantara. Bersama tim hamba Tuhan GBI, saya didoakan terus-menerus. Akhirnya saya sembuh total seperti sekarang”, tutur warga Kampung Baru, Condro ini. Menurutnya, kesembuhan itulah yang kian membuatnya mengasihi Tuhan.

Ketika ditanyakan alasan tentang ekspresinya yang luar biasa waktumemuji Tuhan, pria yang bekerja sebagai karyawan swasta tsb mengaku, “Ketika saya disembuhkan Tuhan, saya pernah berjanji kepada-Nya. Tuhan, mulai saat ini saya akan mengiring Engkau dengan sepenuh hati.” Dijelaskan,bahwatatkala dia berekspresi lewat pujian dengan sungguh-sungguh, dia merasakan Tuhan memberikan stamina dahsyat.Segala keresahan hatinya menjadi suka-cita. Berkat Tuhan pun melingkupi hari-harinya.

Pengalaman rohani bersama Tuhan  yang lain yaitu ketika keluarganya didemo sekelompok orang untuk membongkar makam ayahnya karena makam memakai salib. Mereka menuntut agar makam bersalib itu dipindahkan. “Benar-benar panik saya waktu itu. Saya langsung berdoa kepada Tuhan. Hikmat dari Tuhan turun. Salib di makam hanyalah simbol. Salib yang sebenarnya ada dalam hidup setiap orang yang percaya Yesus. Salib saya ambil, kemarahan mereka reda,” papar Pak Batin  menegaskan kesaksiannya.

            Sebagai warga jemaat, bentuk pelayanan yang dilakukan Pak Batin bersama istri adalah penyambut tamu dan kolektan. “Pokoknya setiap ada kerepotan di gereja, kami melibatkan diri membantu sebisanya. Menyapu lantai dan mengembalikan kursi-kursi selesai ibadah, rutin kami lakukan. Semuanyademi kemuliaan nama Tuhan,”tuturnya. Kedua putranya, Henok (SMA), dan Bembi (karyawan swasta) juga aktivis GBI Pasirian. Tuhan memberkati. Amien. (Tim CMM/Mws)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar