Bagi jemaat GBI Pasirian tentu sudah banyak
yang kenal dengan tamu kita ini. Orangnya tinggi besar. Senyum ramah selalu bersinar di wajahnya. Satu lagi ciri
khas dari Bapak berputra dua ini, saat memuji Tuhan gerakan dan ekspresinya, wow... sangat luar biasa. Melompat, menari,
menghentakkan tangan dan kaki, merupakan ekspresi yang senantiasa mengiringinya
dalam memuji Tuhan di gereja. Setiap pujian diikuti dan dihayati betul-betul.
Siapa lagi kalau bukan Bpk. Batin Lahirno (47), akrab disapa dengan nama Pak Batin.
Mengawali wawancaranya dengan Tim
CMM, pria asli Pasirian ini mengaku bahwa sejak kecil dia sudah menjadi warga gereja
GBI. Ada banyak mujizat yang dirasakannya selama mengiring Tuhan Yesus. Salah satunya adalah saat dia
disembuhkan Tuhan dari penyakit paru-paru kronis. “Waktu itu hampir saja saya mati.
Tapi Tuhan melawat saya lewat kedatangan Ibu Gembala, Ibu Pdt. Fifie Layantara.
Bersama tim hamba Tuhan GBI, saya didoakan terus-menerus. Akhirnya saya sembuh
total seperti sekarang”, tutur warga Kampung Baru, Condro ini. Menurutnya, kesembuhan itulah yang
kian membuatnya mengasihi Tuhan.
Ketika ditanyakan alasan tentang ekspresinya yang luar biasa waktumemuji
Tuhan, pria yang bekerja
sebagai karyawan swasta tsb mengaku, “Ketika saya disembuhkan Tuhan, saya pernah
berjanji kepada-Nya. Tuhan, mulai saat ini saya akan mengiring Engkau dengan sepenuh hati.” Dijelaskan,bahwatatkala dia
berekspresi lewat pujian dengan sungguh-sungguh, dia merasakan Tuhan memberikan stamina dahsyat.Segala
keresahan hatinya menjadi suka-cita. Berkat Tuhan pun melingkupi
hari-harinya.
Pengalaman rohani bersama Tuhan yang lain yaitu ketika keluarganya didemo sekelompok
orang untuk membongkar makam ayahnya karena makam memakai salib. Mereka menuntut agar makam
bersalib itu dipindahkan. “Benar-benar panik saya waktu itu. Saya langsung
berdoa kepada Tuhan. Hikmat dari Tuhan turun. Salib di makam hanyalah simbol.
Salib yang sebenarnya ada dalam hidup setiap orang yang percaya Yesus. Salib
saya ambil, kemarahan mereka reda,” papar Pak Batin menegaskan kesaksiannya.
Sebagai
warga jemaat, bentuk pelayanan yang dilakukan Pak Batin bersama istri adalah
penyambut tamu dan kolektan. “Pokoknya setiap ada kerepotan di gereja, kami melibatkan
diri membantu sebisanya. Menyapu lantai dan mengembalikan kursi-kursi selesai
ibadah, rutin
kami lakukan. Semuanyademi
kemuliaan nama
Tuhan,”tuturnya. Kedua putranya, Henok (SMA), dan Bembi (karyawan swasta) juga
aktivis GBI Pasirian. Tuhan memberkati. Amien. (Tim CMM/Mws)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar