Ramah. Itulah kesan pertama yang selalu
terpancar dari wajahnya. Bagi warga jemaat GBI Pasirian tentu sudah tidak asing
dengan Ibu Teri (43). Wanita kelahiran lumajang ini adalah salah satu tenaga full
timer gereja. Saat tim CMM bertandang ke rumahnya, ibu rumah tangga bernama
lengkap Teriposa Retnaningsih mengisahkan pelayanan hidupnya bersama Tuhan
Yesus.
“Saya masuk Pasirian pada tahun 1990, bersamaan dengan
pentabisan GBI Pasirian.
Berawal ketika saya bertemu
dengan Om Ishak di Lumajang, lalu saya diajak ikut pelayanan gereja. Waktu itu Om Ishak membuka PIR
(Pemuridan Imamat Rajani). Saya adalah
salah satu muridnya. Selepas pemuridan, saya ditempatkan di Pasirian,” tutur
ibu berputra 2 ini.
Di
GBI Pasirian, Ibu Teri ditugaskan
sebagai tenaga administrasi gereja. Segala urusan yang berkenaan dengan kelahiran,
kematian, pernikahan, sosial, kas kecil dan GNOTA (Gerakan Orang Tua Asuh) jemaat merupakan tanggung jawabnya.
Meskipun menangani setumpuk pekerjaan, dia merasakan lebih banyak sukanya
daripada dukanya. Segala
tugas dia kerjakan dengan semangat melayani kasih Tuhan.
Ketika didesak pertanyaan tentang
dukanya sebagai tenaga administrasi gereja, ibu yang pernah mengenyam kuliah di
Unej Jember (tetapi tidak selesai karena
lebih merasa terpanggil melayani
Tuhan) ini mengaku, “Dukanya kalau ada jemaat yang berganti nomor hp, maka saat ada urusan
dengan administrasi gereja akan sulit dihubungi. Akibatnya urusan administrasi jadi lama.”
Menempati
rumah sendiri di Perum
GPP Pasirian, Ibu Teri hidup damai bersama keluarga. Suaminya, Pak Agung, juga tenaga full timer GBI Pasirian. Dua putranya, Dikky
Farrel (kelas 6) dan Dikky Dikson (kelas
3) saat ini duduk SD Pelangi Kasih Pasirian. Dalam mendidik putranya Ibu Teri selalu menekankan untuk takut akan Tuhan. Menurutnya, takut akan Tuhan merupakan senjata
utama penangkal
dosa. Karenanya dia senantiasa mengarahkan kedua
putranya untuk mengikuti sekolah Minggu, doa malam anak-anak, latihan musik
anak-anak gereja, dan lain-lain yang
bersifat anak-anak di gereja.
“Sesuai komitmen awal, saya dipanggil
untuk melayani-Nya. Sampai kapanpun saya akan terus mengiring pekerjaan Tuhan.
Saya percaya dengan iman, Tuhan tidak akan pernah tinggalkan saya. Berkat dan
anugrah-Nya telah saya rasakan secara nyata dalam keluarga,” tutur Ibu Teri
saat ditanya motivasi rohani yang menguatkan untuk selalu melayani pekerjaan
Tuhan. (Tim CMM/Mws)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar