Senin, 04 Juni 2012

dipanggil untuk melayani


Ramah. Itulah kesan pertama yang selalu terpancar dari wajahnya. Bagi warga jemaat GBI Pasirian tentu sudah tidak asing dengan Ibu Teri (43). Wanita kelahiran lumajang ini adalah salah satu tenaga full timer gereja. Saat tim CMM bertandang ke rumahnya, ibu rumah tangga bernama lengkap Teriposa Retnaningsih mengisahkan pelayanan hidupnya bersama Tuhan Yesus.

“Saya masuk Pasirian pada tahun 1990, bersamaan dengan pentabisan GBI Pasirian. Berawal  ketika saya bertemu dengan  Om Ishak di Lumajang, lalu saya diajak ikut pelayanan gereja. Waktu itu Om Ishak membuka PIR (Pemuridan Imamat Rajani). Saya adalah salah satu muridnya. Selepas pemuridan, saya ditempatkan di Pasirian,” tutur ibu berputra 2 ini.

Di GBI Pasirian, Ibu Teri ditugaskan sebagai tenaga administrasi gereja. Segala urusan yang berkenaan dengan kelahiran, kematian, pernikahan, sosial, kas kecil dan GNOTA (Gerakan Orang Tua Asuh) jemaat merupakan tanggung jawabnya. Meskipun menangani setumpuk pekerjaan, dia merasakan lebih banyak sukanya daripada dukanya. Segala tugas dia kerjakan dengan semangat melayani kasih Tuhan.

Ketika didesak pertanyaan tentang dukanya sebagai tenaga administrasi gereja, ibu yang pernah mengenyam kuliah di Unej Jember (tetapi tidak selesai karena lebih merasa terpanggil melayani Tuhan) ini mengaku, Dukanya kalau ada jemaat yang berganti nomor hp, maka saat ada urusan dengan administrasi  gereja akan sulit dihubungi. Akibatnya urusan administrasi jadi lama.

Menempati rumah sendiri di Perum GPP Pasirian, Ibu Teri hidup damai bersama keluarga. Suaminya, Pak Agung,  juga tenaga full timer GBI Pasirian. Dua putranya, Dikky Farrel (kelas 6) dan Dikky Dikson (kelas 3) saat ini duduk SD Pelangi Kasih Pasirian. Dalam mendidik putranya Ibu Teri selalu menekankan untuk takut akan Tuhan. Menurutnya, takut akan Tuhan merupakan senjata utama penangkal dosa. Karenanya dia senantiasa mengarahkan kedua putranya untuk mengikuti sekolah Minggu, doa malam anak-anak, latihan musik anak-anak  gereja, dan lain-lain yang bersifat anak-anak di gereja.

“Sesuai komitmen awal, saya dipanggil untuk melayani-Nya. Sampai kapanpun saya akan terus mengiring pekerjaan Tuhan. Saya percaya dengan iman, Tuhan tidak akan pernah tinggalkan saya. Berkat dan anugrah-Nya telah saya rasakan secara nyata dalam keluarga,” tutur Ibu Teri saat ditanya motivasi rohani yang menguatkan untuk selalu melayani pekerjaan Tuhan. (Tim CMM/Mws)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar