Senin, 04 Juni 2012

bermusik untuk tuhan


Nama lengkapnya Andik Isbianto. Akrab disapa dengan nama Andik. Bagi warga jemaat GBI tentu sudah kenal dengan pria berkulit hitam manis ini. Pelayanannya di gereja sebagai anggota tim musik.Melodi gitar yang dipetiknya senantiasa mengiringi puji-pujian jemaat saat beribadah, baik ibadah minggu, ibadah doa malam, ibadah lansia, atau acara ibadah lainnya. Dia terlahir dari 4 bersaudara (anak ke-3) dari keluarga yang cinta Tuhan.“Ayahku dulu pendoa safaat di GBI Pasirian,”papar Mas Andik mengawali wawancaranya dengan Tim CMM.

Adapun talenta bermain gitar yang dikuasainya selain sebagai anugerah Tuhan, dia juga mengasahnya secara otodidak (berlatih sendiri). Menurutnya, waktu sekolah SMP dia sudah mulai tertarik dengan alat musik petik tsb.Dia memperdalam kemahiran bergitarnyakepada Pak Agung (full timer GBI). Beberapa group band di Pasirian mulaidimasukinya. “Soal ke gereja atau tidak, bagiku waktu itu bukanlah soal penting. Yang penting aku bisa main musik bersama group band-ku,”pengakuan pria yang setiap tahun selalu tampil sebagai aktor film di GBI.

Kini semuanya telah berubah. Tuhan sudah menangkapnya untuk terjun dalam pelayan musik di gereja. Dia kini tidak lagi menekuni musik dunia tetapi bermusik untuk Tuhan. Semua bermula ketika dia jatuh sakit. Kala itu dia terserang penyakit typus yang sangat parah. Hampir saja maut merenggut nyawanya. “Antara hidup dan mati, aku bernazar kepada Tuhan. Tuhan, beri aku waktu. Aku ingin melayani-Mu dengan talenta anugerah-Mu,” tutur Pak Guru yang mengajar salah satu SD di Tempeh ini menyakinkan kesaksiannya.

Selain pemusik gereja, pria lulusan sarjana pendidikan inijuga teribat dalam kepengurusan kaum muda GBI. Terpilihnya sebagai pembina di kaum muda karena dia bisa menyelami jiwa anak muda. Aktivitasnya sepulang mengajar yaitu memberi tambahan ekstrakurikuler gitar di SD Kr. Pelangi Kasih. Dia pun memberi les privat gitar kepada beberapa anak jemaat.Menurutnya, talenta bermain gitar yang dimilikinya harus disalurkan kepada siapa saja yang berminat mempelajarinya. Dia merasa bahagia apabila anak lesnya bisa bermain gitar untuk memuliakan nama Tuhan.

Tinggal di Kebonan Pasirian, kini Andik hidup bahagia bersama sang istri, Hilda Winjaya, yang dinikahi 5 bulan lalu.  Meski belum dikarunia momongan, tetapi kedamaian hidup senantiasa tercipta dalam rumah tangganya. Dia selalu menempatkan Tuhan Yesus sebagai nahkoda bahtera rumah tangganya. “Meski hanya sebagai pemusik, aku ingin melayani Tuhan sepenuh hati, “ tegas pria yang mempunyai hobi berburu dan makan ayam kecap ini memaparkan motivasi pelayanannya. (Tim CMM/Mws)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar