Nama lengkapnya Andik Isbianto. Akrab
disapa dengan nama Andik. Bagi warga jemaat GBI tentu sudah kenal dengan pria
berkulit hitam manis ini. Pelayanannya di gereja sebagai anggota tim musik.Melodi
gitar yang dipetiknya
senantiasa mengiringi puji-pujian jemaat saat beribadah, baik ibadah minggu, ibadah
doa malam, ibadah lansia,
atau acara ibadah lainnya. Dia terlahir dari 4 bersaudara (anak ke-3) dari keluarga yang cinta Tuhan.“Ayahku
dulu pendoa safaat di GBI Pasirian,”papar Mas Andik mengawali wawancaranya dengan Tim CMM.
Adapun talenta bermain gitar yang
dikuasainya selain sebagai anugerah Tuhan, dia juga mengasahnya secara otodidak
(berlatih sendiri). Menurutnya, waktu sekolah SMP dia sudah mulai tertarik dengan
alat musik petik tsb.Dia memperdalam kemahiran bergitarnyakepada Pak Agung
(full timer GBI). Beberapa group band di Pasirian mulaidimasukinya. “Soal ke gereja atau tidak, bagiku waktu itu bukanlah soal
penting. Yang penting aku bisa main musik bersama group band-ku,”pengakuan pria
yang setiap tahun selalu tampil sebagai aktor film di GBI.
Kini semuanya telah berubah. Tuhan sudah menangkapnya
untuk terjun dalam pelayan musik di gereja. Dia kini tidak lagi menekuni musik
dunia tetapi bermusik untuk Tuhan. Semua bermula ketika dia jatuh sakit. Kala
itu dia terserang penyakit typus yang sangat parah. Hampir saja maut
merenggut nyawanya. “Antara hidup dan mati, aku bernazar kepada Tuhan. Tuhan,
beri aku waktu. Aku ingin melayani-Mu dengan talenta anugerah-Mu,” tutur Pak
Guru yang mengajar salah satu SD di Tempeh ini menyakinkan kesaksiannya.
Selain pemusik gereja, pria
lulusan sarjana pendidikan inijuga teribat dalam kepengurusan kaum muda GBI. Terpilihnya sebagai
pembina di kaum muda karena
dia bisa menyelami jiwa anak muda. Aktivitasnya sepulang mengajar yaitu memberi
tambahan ekstrakurikuler gitar di SD Kr. Pelangi Kasih. Dia pun memberi les privat
gitar kepada beberapa anak jemaat.Menurutnya, talenta bermain gitar yang dimilikinya harus disalurkan kepada siapa
saja yang berminat mempelajarinya. Dia merasa bahagia apabila anak lesnya bisa bermain gitar untuk memuliakan
nama Tuhan.
Tinggal di Kebonan Pasirian, kini
Andik hidup bahagia bersama sang istri, Hilda Winjaya, yang dinikahi 5 bulan lalu. Meski belum dikarunia momongan, tetapi kedamaian hidup senantiasa tercipta dalam
rumah tangganya. Dia selalu menempatkan Tuhan Yesus sebagai nahkoda bahtera
rumah tangganya. “Meski hanya sebagai pemusik, aku ingin melayani Tuhan sepenuh
hati, “ tegas pria yang mempunyai hobi berburu dan makan ayam kecap ini memaparkan motivasi pelayanannya. (Tim
CMM/Mws)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar