Bagi warga jemaat tentu
sudah tidak asing lagi dengan nama Pak Woro (48). Pria kelahiran kota Arema ini
adalah salah satu
staf gembala gereja GBI Imamat Rajani Pasirian. Meskipun berbadan tambun,
orangnya lincah, ramah, dan humoris. Saat tim CMM
mewawancarainya di kantor gereja, bapak dua anak ini banyak mengisahkan pelayanannya bersama Tuhan Yesus.
“Saya melayani Tuhan sejak tahun 1986. Pelayanan berawal ketika saya bertemu Om Ishak di Malang, lalu diajak untuk kegiatan KKR dari gereja ke gereja
sebagai pemusik dan pemuji lagu rohani. Sejak saat itu saya punya kerinduan
untuk terus melayani Tuhan sampai sekarang,” akunya polos mengawali perbincangan bersama Tim CMM.
Selama melayani Tuhan banyak berkat yang dia rasakan. Berkat
kesehatan dan kedamaian hati, selalu dia
rasakan bersama keluarga. Adanya campur tangan Tuhan dalam kehidupannya itulah
yang senantiasa menguatkan untuk selalu tetap mengiring Tuhan di dalam
hidupnya.
Sebagai pelayan Tuhan, tentu pola kehidupan keseharian
baik jasmani maupun rohani harus seturut dengan kehendak Tuhan. Oleh sebab
itu dalam mendidik
putra-putrinya, pria yang bernama lengkap Natanael Bambang Isworo ini senantiasa menekankan untuk cinta Tuhan. “Cinta dan takut akan Tuhan adalah benteng terampuh
untuk melawan pengaruh luar yang merusak iman, “ tuturnya.
Menempati sebuah rumah sederhana di Dusun Kebonan Pasirian, kini pria yang kesukaannya kopi dan pisang goreng
hangat tsb hidup damai dalam satu iman kristiani bersama istri dan kedua buah
hatinya. Istrinya, Yusni
(44), adalah Guru SLB Pelangi Kasih sekaligus Guru Sekolah Minggu GBI Pasirian.
Kedua anaknya yaitu Kezia
(putri, kelas 3 SMAN 1 Pasirian), dan Rafa (putra,kelas 6 SD
Pelangi Kasih Pasirian). Ketika
ditanya motto yang menguatkan hidupnya, beliau menegaskan : “Aku datang untuk melanyani….” (Tim CMM/Mws)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar