Selasa, 05 Juni 2012

pertolongan dari surga


Nenek tua bernama Sulastri (Mbah Lastri) itu tengah tergolek tak berdaya. Badannya yang gemuk terbujur lemah di atas kasur kumal tipis yang terletak di sudut lantai kamarnya yang kumuh. Padahal, dalam minggu-minggu ini profilnya masuk pada kolom Tamu Kita di Warta Gereja GBI Pasirian. Kisahnya yang mengharukan sarat nuansa rohani telah dirangkum oleh Tim CMM dan termuat dalam 3 episode.  Lalu, apa yang sedang terjadi dengan nenek tua berusia 89 tahun ini?

Tersiar kabar, bahwa 2 minggu yang lalu Mbah Lastri mendapat musibah. Dia terjatuh akibat kesrimpet jarik ketika pulang dari membeli kayu bakar, sekitar jam 9 pagi. Lokasi jatuhnya di pertigaan jalan utara rumah Bpk. Steve. Akibatnya, lutut kaki kiri Mbah Lastri bengkak serta menyebabkan dia tidak bisa berjalan. Selama 7 hari kakinya terasa sakit bila digerakkan. Beberapa warga jemaat yang mendengar berita itu langsung silih berganti menjenguk dan mendoakan kesembuhannya. Aneka usaha penyembuhan dengan cara pengobatan dan pemijatan telah diupayakan oleh jemaat yang sangat peduli.

Minggu (22/4), sekitar 10 orang warga gereja yang dimotori Bpk. Steve  mengadakan kerja bakti kebersihan di rumah Mbah Lastri. Target utamanya yaitu memindahkan Mbah Lastri dari kamar depan ke kamar tidur tengah. Kini, dia berbaring di kamar tidur yang lebih layak huni. Dengan ranjang pendek beralaskan kasur dan perlak bantuan jemaat, kemarin (23/4), dia sudah bisa duduk walau hanya sebentar. Seorang rekan jemaat Mbah Lastri, Bu Murtini, disarankan oleh Ko Mbing (jemaat) untuk menemani Mbah Lastri selama sakit dengan pertimbangan khusus.

 “Gusti menika sae sanget. Kula ngraosaken sedaya pitulungan menika dumugi saking suwarga. Benjang menawi  saras, kula kepengin enggal sowan dumateng Gusti wonten greja.Kula sampun kangen kaliyan sederek-sederek seiman,” (Tuhan itu luar biasa baik. Aku merasakan semua pertolongan ini datangnya dari surga. Besok kalau sembuh, aku ingin segera beribadah  ke gereja. Aku rindu dengan saudara-saudara seiman.) ungkap nenek tua sebatang kara ini dengan bahasa Jawa yang lembut saat diwawancarai di rumahnya oleh Tim CMM. (Tim CMM/Mws). 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar